Kau baca dan taruh (saja)
Ku bawakan kudapan dari barter dengan sedikit pundi rupiah
Kau berkata : “borosnya”
Sempat bahkan sering
Keluhmu tertangkap di celah rutinitas sehari-hari
Mual, muak ingin muntah!
tiada tahan
namun masih saja berupaya menyungging bibir membentuk bulan
Sedang hatimu seperti ruang tanpa lampu dan ventilasi
Ku ciptakan puisi dari hasil perasan otak
Kau baca dan taruh (saja)
Ku bawakan kudapan dari barter dengan sedikit pundi rupiah
Kau berkata : “borosnya”
Ku temani kau kemanapun, taman, mall, keluar ibukota
Namun penolakan mutlak adalah jurus
Katamu : “habiskan duit saja”
Apa sebenarnya yang bisa membungakan hati itu ?
Yang jauh disana tak terbaca pentium otakku
Ataukah aku yang apatis
Dan acuhkanmu selama ini
Sadis
Ku gerakkan tangan dan kaki
Kiranya mampu ringankan beban
yang seakan tertambat di atas ubun-ubun
dan punggung serta kakimu
Ada sinar dari kedua bola mata itu
dan mimik yang ku tahu
mungkin cinta
dan kebaktianku lah sebagai alasannya
Surabaya, 22 desember 2011
- Hari Ibu -

